Jumat, 30 Agustus 2019

TUGAS BP-2 (PENJUMLAHAN & PERKALIAN BILANGAN

1. Penjumlahan bilangan hingga N (1+2+3+4+5+...N) 


2. Perkalian bilangan hingga N (
1x2x3x4x5x...N) 


Senin, 19 Agustus 2019

Perulangan atau Loop dalam Java

Perulangan atau Loop dalam Java berfungsi untuk menjalankan pernyataan secara berulang-ulang hingga suatu kondisi terpenuhi. Pada Java, setidaknya terdapat 3 jenis perulangan, yaitu While, Do-while dan For. Berikut penjelasannya ; 


     WHILE

Pernyataan ini berguna untuk memproses  suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Banyaknya perulangan tidak diketahui sehingga selama ungkapan bernilai benar maka pernyataan akan selalu dikerjakan.


Dalam struktur while, pengecekan untuk kondisi perulangan di lakukan di awal, sehingga jika kondisi tidak terpenuhi, maka perulangan tidak akan pernah dijalankan.
Keterangan :

  • o   bagian pernyataan akan diekseskusi selama ungkapan dalam while bernilai benar.
  • o   Pengujian terhadap ungkapan pada while dilakukan sebelum bagian pernyataan.
  • o   Kemungkinan  pernyataan  pada while tidak  dijalankan  sama  sekali,  jika  ketemu
  • o   kondisi yang pertama kali bernilai salah.

Catatan :
Pernyataan perulangan dengan while akan selalu dikerjakan jika ungkapan selalu benar. Oleh karena itu, kita harus membuat kondisi suatu ungkapan bernilai salah agar perulangan berakhir.
                        Contoh Program :



Screenshot Source Code


Screenshot Running Program

DO-WHILE
Perulangan dowhile juga dapat digunakan jika jumlah perulangan tidak diketahui namun prinsip kerjanya berbeda dengan perulangan while. Pada perulangan do-while, pengecekan kondisi akan dilakukan di akhir perulangan, sehingga walaupun kondisi adalah FALSE perulangan akan tetap berjalan minimal 1 kali.



Perulangan while dan do-while pada dasarnya hampir sama. Perbedaan terletak pada ’lokasi’ pengecekan kondisi perulangan. Jika while berada diatas, sedangkan do..while memiliki perulangan dibawah setelah program dijalankan sekali.
Dalam perancangan perulangan while dan do-while kita harus memahami alur logika program yang dibuat.  Struktur perulangan while dan do-while memiliki banyak perulangan yang ditentukan sampai program mencapai kondisi FALSE. Kesalahan dalam alur logika akan membuat program tidak pernah berhenti memproses perulangan.
Contoh Program :


Screenshot Source Code


Screenshot Running Program


FOR
Perulangan for digunakan untuk mengerjakan pernyataan atau sekelompok pernyataan secara berulang, namun pernyataan perulangan for akan dijalankan jika sudah dapat dipastikan kapan perulangan berhenti. Dengan kata lain, jumlah perulangan yang dibutuhkan sudah diketahui sebelumnya.

Keterangan :

  • o   ungkapan1 merupakan pernyataan inisialisasi.
  • o   ungkapan2 sebagai kondisi  yang menentukan pengulangan terhadap pernyataan atau tidak.
  • o   ungkapan3 digunakan sebagai pengatur variabel yang digunakan didalam ungkapan1.

Contoh Program :

Screenshot Source Code

Screenshot Running Program

Sabtu, 26 Januari 2019

Jenis-jenis Hacker dan Tehniknya

Hacker merupakan otak dari kegiatan yang bersifat hacking. Sedangkan hacking adalah kompetensi dasar yang sifatnya bisa dipelajari secara personal atau otodidak. Seorang hacker biasanya identik dengan “hal” yang tidak baik, karena seorang hacker selalu berkaitan dengan peretasan sistem keamanan suatu jaringan baik itu yang dimiliki oleh suatu perusahaan, komunitas maupun perseorang.

❣ Jenis-jenis Hacker

A. Grey Hat Hacker
Jenis hacker ini merupakan jenis hacker yang sifatnya berada di antara white hat hacker dan black hat hacker. Hacker yang satu ini tidak memiliki ketetapan dalam memegang prinsipnya. Oleh sebab itu, jenis hacker yang satu ini biasanya memegang standar etika yang sifatnya ganda pada setiap kegiatan hacking-nya. Jadi, bisa dalam beberapa saat hacker ini memegang teguh prinsip hacker namun pada keadaan yang lain hacker yang satu ini dapat melanggar batas-batas hukum yang telah ditetapkan.


B. Script Kiddie Hacker
Hacker ini merupakan jenis hacker yang tidak begitu menguasai mengenai sistem komputer. Namun bukan berarti hacker ini tidak dapat menembus suatu sistem komputer, hacker jenis ini masih dapat menembus sistem komputer dengan cara memanfaat software buatan orang lain.

C. Hacktivist Hacker
Kemampuan jenis hacker ini digunaka untuk menebar pesan-pesan yang sifatnya bersinggungan dengan politik, ideology beserta agama. Biasanya jenis hacker ini melakukan teknik deface pada setiap website yang berhasil mereka retas yang tujuannya digunakan untuk menampilkan pesan-pesan tersebut pada website yang menjadi korban retasan hacker.

D. Black Hat Hacker
Hacker ini merupakan tipe hacker yang kegiatan hackingnya dilakukan untuk menembus sistem keamanan suatu sistem dengan tujuan utamanya adalah melakukan kerusakan. Mulai dari pencurian identitas, menghapus file dan berbagai jenis kerusakan lain yang pada intinya sifatnya sangat merugikan. Jenis hacker ini biasa disebut cracker.

E. White Hat Hacker
Hacker ini merupakan hacker yang sangat teguh pada setiap prinsip standar etika yang sudah ditetapkan. Dalam arti, setiap aktivitas hacking yang dilakukan sifatnya tidak boleh merugikan pihak lain. Lalu untuk apa hacker tersebut melakukan aktivitas hacker? Tujuan tipe hacker ini dalam setiap kegiatan hacking yang dilakukannya sifatnya untuk uji ketahanan suatu sistem atau server. Oleh sebab itu, tipe hacker ini selalu suka mempelajari tentang suatu sistem dan kebanyak hacker tipe ini berprofesi sebagai konsultan keamanan suatu server atau website.

Teknik Peng-Hacker-an 


A. Social Engineering
Media social memang selalu menjadi sasaran empuk para hacker. Meskipun bukan masuk dalam teknik peng-hacking-an akan tetapi social engineering sangat memiliki peran penting sebagai perangkap dari hacker untuk para pengguna. Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang paling mudah dalam penyebaran sebuah virus komputer.


B. Distributed Denial of Service (ddos)
Teknik yang satu merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membuat suatu jaringan atau sistem pada suatu server tidak dapat diakses kembali. Prinsip kerja teknik ddos dilakukan dengan cara memberikan jumlah paket data secara tidak terbatas kepada server. Hingga akhirnya membuat server tersebut tak lagi mampu menerimanya lalu mengalami yang namanya down system. Untuk mempermudah teknik ini, hacker biasanya bekerja secara berkoloni dan apabila server tersebut sudah mengalami dawn maka akibatnya adalah server tersebut tak bisa diakses kembali.

C. Phising technique
Teknik yang satu ini merupakan teknik yang dilakukan dengan tujuan untuk bisa mendapat suatu email dan password suatu akun dari social. Cara yang dilakukan oleh para hacker yaitu dengan membuat suatu replika halaman yang sengaja diciptakan untuk mengatahui email dan password suatu akun media social, seperti facebook, twitter dan lain-lain.

D. Bruteforce technique or WP bruteforce
Teknik yang satu ini biasa dilakukan para hacker pada website yang berasal dari wordpress. Prinsip kerja teknik yang satu ini dilakukan dengan cara “manual”. Mengapa? Sebab teknik yang satu ini dilakukan dengan cara main tebak suatu password beserta usernya yang berasal dari sebuah website. Teknik WP bruteforce dibuat atas dua program, dimana program pertama merupakan “sang eksekutor” dan program yang lainnya merupakan suatu list keyword yang digunakan untuk menebak-nebak user name beserta passwordnya. Listnya bisa didapat dari google.

E. Defice technique
Teknik defice ini merupakan teknik yang biasanya dilakukan oleh sang Hacker setelah berhasik meretas sebuah website. Teknik dilakukan dengan sengaja untuk meninggalkan “jejak” peretasan pada website yang telah diretas dengan cara menukar tampilan halaman yang telah didesign hacker tersebut. Zone-H merupakan tempat khusus bagi hacker untuk menunjukkan hasil dari defacingnya.

F. SQL Injection

Teknik yang satu dilakukan dengan cara memanfaatkan suatu keeroran pada website tersebut. Teknik SQL merupakan teknik yang sifatnya sangat mudah dan sederhana yang dilakukan oleh para hacker. Teknik ini memanfaatkan google dork untuk mencari suatu website yang sifatnya mudah untuk diretas.